Published On: Wed, Oct 3rd, 2018

Kepsek Diduga Gasak Dana PIP untuk Siswa Tidak Mampu

Share This
Tags

KPK | Pesawaran – Dua tahun menjabat sebagai kepala sekolah di Sekolah Dasar (SD) 8 Negri Katon Pesawaran Ernalina diduga gasak uang Progam Indonesia Pintar (PIP) yang dikucurkan dari pusat untuk siswa tidak mampu.

Menurut salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, pada tahun 2018 ini sekolah baru memberikan satu kali PIP terhadap siswa tidak mampu yang ada disekolah tersebut.

“Selama dia menjabat sebagai kepala sekolah selama dua tahun ini, baru satu kali ini dibagikan PIP ini kepada kami,” ungkapnya. Senin (1/10).

Kucuran dana PIP selama ini memang sangat ditunggu oleh wali murid. Namun kepala sekolah terkesan tidak peduli.

“Keluar nya PIP ini juga setelah wali murid yang anaknya mendapatkan bantuan tersebut, mengadakan demo menanyakan tentang kemana bantuan tersebut,” kata dia

Sikap yang dilakukan oleh kepala sekolah tersebu. Dirinya sangat menyangkan terhadap kepala sekolah untuk mengambil hak hak orang tidak mampu. Padahal dana PIP jelas untuk meringankan beban wali murid SD8 Negri Katon ini.

“Bantuan ini diadakan untuk membantu siswa yang kurang mampu, tapi kenapa ini bukannya di berikan hak murid murid tersebut, malah ditilep oleh kepala sekolah, dan saya juga kurang mengerti tahap 1 sampai tahap 7 jujur Saya tidak mengetahui tahap tahap itu apa,” polosnya

Senada Kordinator Kecamatan (Korcam) Pendidikan Negeri Katon, Rismalena, mengatakan, kejadian tersebut dirinya mengetahui setelah adanya laporan kepada dirinya.

“Pengawas Korwil 1, memberitahukan kepada saya adanya demo yang dilakukan oleh wali murid SDN 8 Negeri Katon, masalah PIP yang tidak diberikan oleh kepala sekolah Ernalina,” jelasnya.

“Menanggapi hal itu, saya sudah mencoba menghubungi Bu Ernalina untuk minta keterangan beliau namun dirinya tidak pernah datang ke kantor korcam jadi bagaimana kita ingin menanyakan masalah itu kan,” timpalnya.

Lanjut Dirinya mengatakan, besaran dana yang dikeluarkan untuk kelas 4, 5 dan 6 sejumlah kurang lebih sekitar Rp. 456 ribu sedangkan untuk kelas 1, 2 dan 3 mendapatkan Rp. 225 ribu.

“Kalau jumlah murid yang mendapatkan PIP tersebut kurang lebih sekitar 200 murid, saya kurang tau pasti ya karena saya belum ketemu langsung dengan kepala sekolahnya,” jelasnya.

“Yang jadi pikiran saya ini, bagaimana mereka bisa mencairkan dana tersebut sedangkan dana tersebut di transfer melalui rekening wali murid, pihak sekolah ini hanya memberitahukan kepada wali murid kalau dana itu sudah cair,” tutupnya.

Sementara, kepala sekolah SDN 8 Negeri Katon Ernalina, saat di konfirmasi melalui sambungan telepon selulernya mengatakan kalau permasalah tersebut telah selesai. “Jadi masalah itu sudah kelar mas,” singkatnya. (Don)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi