Published On: Sat, Sep 29th, 2018

Soroti Dua Cabup di Keerom, Partai Golkar Diminta Tidak Keluar dari AD-ART Partai

Share This
Tags

KPK | Keerom, Papua – Lagi-lagi eksistensi dari keberadaan partai Golkar kembali diragukan dan dipertanyakan.

Longginus, seorang kader Golkar kabupaten Keerom yang sangat berpengalaman di bidang Pemerintahan Adat dan Militer yang sampai sekarang masih menjabat sebagai ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Keerom, kepada wartawan media KPK (03/09/2018) masih terus mempertanyakan dasar rekomendasi kepada dua figur calon wakil bupati yang ditetapkan DPP Partai berlambang Pohon Beringin, Golkar.

Selaku anak asli Keerom, dirinya (Longginus) menilai, ada kepentingan tertentu di DPD dan DPP partai Golkar sehingga mengusung nama-nama yang sangat jelas tidak berpengaruh dan tidak memberikan kontribusi pada partai yang identik dengan warna kuning ini.

“Jujur saya mau katakan bahwa ada calon yang bukan anak asli Keerom, tapi diloloskan bahkan sampai diusung oleh partai Golkar untuk ikut dalam seleksi bakal calon wakil bupati untuk mendampingi bupati Muhamad Markum. Masing-masing, yaitu; DR. (Hc) Herman Yoku, SIP dan Pieter Gusbager, S. Hut, MUP. Kedua nama ini sangat jelas bukan anak asli Keerom saya kasih tahu.

Herman Yoku itu orang sentani, dia bukan anak asli Keerom. Sama juga dengan Pieter Gusbager. dia itu (Piter Gusbager) hanya pakai marga mamanya, sedangkan marganya yang sebenarnya adalah Kaitman. Nama sebenarnya dia itu Pieter Kaitman. Dia anak Merauke.

Jadi di sini saya mau tekankan dan tegaskan, mereka yang bukan anak asli Keerom mestinya tahu diri!. Di mana mereka berpijak, mereka harus juga tahu diri dan jangan mau seenaknya saja datang merampas hak-hak kesulungan dari kami sebagai anak asli Keerom. Saya akan membantah dan terus memprotes keras keanehan serta ketidakadilan ini, dan saya tidak akan duduk diam melihat kenyataan menyakitkan yang terus bertumbuh-kembang dan terpelihara di negeri saya.

Saya meminta kepada seluruh masyarakat Keerom, terutama orang asli Keerom agar jangan ikut terlibat dan terpengaruh dengan mereka yang tidak datang dengan hati yang jujur untuk mau membangun Keerom secara serius, tetapi yang penuh dengan tipu muslihat dan yang hanya mau mencari popularitas dan kepuasaan finansial semata. Mereka ini saya rasa tidak punya rasa malu sama sekali dan tidak tahu diri dengan status mereka yang sebenarnya.

Mereka dua ini kalau bilang terpanggil untuk mau bangun Keerom, saya rasa bukan dengan hati nurani yang sesungguhnya dan tidak atas dasar panggilan jiwa yang sebenarnya. Ya harus punya rasa cinta yang mendalam terhadap masyarakat, serius dan jujur dari hati nurani, punya rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pembangunan manusia Keerom dan keseluruhannya yang ada.” Ujar Longginus dengan lantang.

Lagi menurut Longginus, dirinya jelas tidak akan tinggal diam melihat fenomena perpolitikan yang saat ini berkembang di kabupatennya sendiri, berkenaan dengan calon-calon wakil bupati yang akan ditentukan dan dipilih menggantikan posisi wakil bupati Muh. Markum yang kini masih kosong, pasca pelantikannya menjadi bupati kabupaten Keerom awal 2018 lalu.

“Sikap saya jelas, saya tidak akan duduk diam dan melihat situasi politik yang berkembang di Keerom di mana peran partai dan fungsinya sudah tidak pada prinsip-prinsip Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai lagi. Ini merupakan hal yang mestinya diperhatikan secara serius oleh petinggi dewan partai yang berlambang beringin ini, karena partai kita ini adalah partai yang besar.

Partai kita ini sudah berdiri sejak lama dan peranannya dalam negara begitu besar, serta sudah tidak diragukan lagi keberadaannya. Ini akan terus diceritakan dari generasi yang sekarang ke generasi yang akan datang. Lalu kalau sudah salah menempatkan orang di Keerom begini bagaimana?.

Melihat realita yg sementara berkembang di kubu partai Golkar, saya sebagai senior dari partai ini sangat mengharapkan kepada Dewan Pimpinan Pusat dan Daerah agar dalam menjalankan tugas dan fungsinya, patutlah berjalan pada rel-rel partai yang benar dan jangan melihat pada kepentingan individu atau kelompok tertentu dan mengenyampingkan nilai-nilai dasar dan aturan rumah tangga partai itu sendiri!.” Tegas Longginus.

“Saya juga meminta dan mengharapkan semua dukungan dari seluruh elemen masyarakat, baik orang asli Keerom maupun saudara kita yang dari seberang (pendatang), agar tidak asal memberikan dukungannya kepada mereka yang motivasinya tidak lahir dari keterpurukan masyarakat dan rasa keterpanggilan jiwa yang sesungguhnya, untuk dengan ikhlas memberikan segenap jiwa dan pengabdian pada masyarakat di kabupaten yang kita cintai ini. ” Pesan dan harapan Longginus mengakhiri komentarnya.”

{Pewarta; Fernando, NW/Jeffry, RW}.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi