Published On: Thu, Sep 27th, 2018

Masyarakat Tulang Bawang Merasa Resah, Akan Unjuk Rasa di PT. SGC

Share This
Tags

KPK | Tulangbawang, Lampung – Ribuan Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang rencananya akan menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (27/09). Mereka akan menuntut beberapa permasalahan yang terjadi di PT. Sugar Group Companies (SGC).

Dan rencananya aksi itu akan di gelar di depan Portal Indo Lampung. Aksi tersebut yang mengatas namakan Masyarakat Tulang Bawang itu diperkirakan diikuti sekitar kurang lebih tiga ribu massa dari berbagai Kecamatan yang ada di Wilayah Kabupaten Tulang Bawang.

“Rencananya kurang lebih tiga ribu massa yang akan menduduki Wilayah Indo Lampung untuk menuntut sejumlah permasalahan yang telah terjadi selama ini. Termasuk menuntut pihak terkait agar dapat meninjau ulang surat izin Hak Guna Usaha (HGU) PT. Sugar Group Companies (SGC),” kata Andika Korlab kepada wartawan

Andika yang juga menjabat selaku ketua LSM FORTUBA tersebut pun mengatakan untuk saat ini pihaknya sedang mempersiapkan diri terkait aksi yang akan di laksana kan, ada pun sejumlah tuntutan dari masarakat yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Tulang Bawang tersebut.

Karna sudah terlalu banyak permasalahan yang ada di PT. Sugar Group Companies(SGC) yang sejak dulu belum ada penyelesaian.

pertama kami minta agar pihak PT dapat segera untuk melakukan pengukuran ulang luas lahan, yang di atas nama surat Izin Hak Guna Usaha (HGU) yang ada pada seluruh anak cabang perusahaan PT tersebut.

Andika juga mengungkapkan, pada saat ini dampak yang sedang dirasakan oleh Masyarakat Tulang Bawang yaitu mengenai permasalahan pembakaran yang dilakukan pihak PT. Sugar Group Companies (SGC).

Mereka menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk dapat turun tangan langsung agar dapat dengan segera menuntaskan permasalahan abu bekas pembakaran tebu dari PT. Sugar Group Companies (SGC) yang selalu mengganggu Masyarakat Tulang Bawang, Khususnya Warga Masyarakat Kecamatan yang bermukim di dekat Areal perkebunan tersebut.

Menurutnya beberapa Masyarakat Khususnya di Kecamatan Menggala dan sekitarnya, sisa pembakaran selain mengotori rumah Warga, juga debu tersebut dapat menjadi wabah penyakit seperti ISPA, Batuk dan Infeksi pada saluran pernafasan lainnya.

“Sudah jelas debu sisa pembakaran sangatlah menggangu Warga, Selain mengotori lingkungan, juga dapat menyebabkan penyakit yang jelas sangat meresahkan warga,” pungkasnya ketua LSM FORTUBA (TAB)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi