Published On: Fri, Sep 14th, 2018

Ratusan Masyarakat Menggala Menggelar Aksi Damai di Depan Kantor Bupati Tuba

Share This
Tags

KPK | Tulangbawang, Lampung – Ratusan Masyarakat Petani dan Nelayan, kota menggala kabupaten tulang bawang yang terdiri dari Lingkungan Lingai, Ujung Gunung, dan Aspol Kecamatan Menggala ,kabupaten tulang bawang yang mengatas
namakan Masyarakat Tulang Bawang Bersatu “Menggelar Aksi Damai di depan Kantor Bupati Tuba.

Aksi damai dilaksanakan pada pukul 10 wib Kamis (13/8, sebagai rasa bentuk kecewa kepada Bupati Hj. WINARTI,S.E.,M.H. dan DPRD Tuba yang di anggap sangat lamban menindaklanjuti surat masyarakat yang masuk pada tanggal 04 September 2018.

Pasalnya masyarakat meminta kepada pemerintah daerah saat ini, supaya masyarakat di mediasi dengan pihak perusahaan PT Waskita. sesuai usulan perusahaan tersebut, bahwa PT Waskita siap, menerima permohonan terkait adanya permintaan masyarakat, agar dibuat jembatan penyeberangan bagi anak nelayan serta dampak penimbunan jalan tol, akibatnya warga gagal panen, namun sampai Aksi yang ketiga kali ini kami laksanakan Bupati yang kami pilih selalu tidak ada ditempat dan selalu Dinas Luar (DL).

Hal ini dikatakan Elian Toni selaku korlap kepada wartawan saat 10 perwakilan aksi tersebut di persilakan masuk di ruang rapat sekda Tuba pada kamis (13/8).

Elian Toni, mengatakan masyarakat petani dan nelayan tersebut meminta kepada Pemerintah supaya memediasi antara Pihak PT Waskita dan masyarakat yang usahanya terganggu dan gagal panen, merupakan dampak ada penimbunan jalan tol tersebut, dan warga meminta agar dibuatkan jembatan penyeberangan nelayan di Tulung Seribu di Ujung Gunung.

“Bahkan saat ini masyarakat sudah ketemu dengan pihak perusahaan dan jawaban mereka siap, namun pihak PT Waskita meminta kepada masyarakat supaya hal ini di mediasi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) dan warga harus buat surat Badan Usaha Jalan Tol, dan surat yang di minta pihak PT Waskita sudah kami buat dan kami masukan ke Kantor Bupati Tuba ditujukan ke pihak perusahaan tersebut pada tanggal 04 September 2018.”ungkanya

Namun yang menjadi kecewa warga kenapa hal ini tidak di tindak lanjuti ,dan pihak Eksekutif dan legislatif hanya diam saja, padahal kami memilih Ibu Hj Winarti. bebernya.

Senada dikatakan, Supri warga aspol kami sangat kecewa kepada Bupati Tuba, Bupati pilihan kami, Kenapa slogan BMW itu, tidak sesuai harapan masyarakat.

“Sebab yang kami tahu, kepanjangan dari BMW (Bergerak Melayani Warga) , kenapa slogan itu tidak sesuai dengan maknanya kami sangat-sangat kecewa” ujarnya.

Ditempat yang sama Asisten III Pemkab Kabupaten Tulang Tulang Drs.Tamami Akip mengatakan, bahwa saat ini pemerintah daerah sudah melakukan mediasi tersebut, namun perlu diketahui bahwa proyek tol itu program nasional, jadi bukan pemerintah daerah yang bisa memberikan keputusan.

“Saya berharap kepada masyarakat yang menggelar aksi secara damai pada hari ini, kami persilakan untuk melakukan aksinya dan sekaligus mengadakan kemah di depan kantor Bupati, namun saya meminta supaya aksi tersebut tidak mengganggu kenyamanan PNS yang bekerja di Kantor Bupati ” Ujarnya.

Berdasar pemantauwan wartawan,sampai saat ini Masa tetap bertahan di depan kantor pemda tuba. (TAB)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi