Published On: Thu, Sep 13th, 2018

Latif, Pria yang Bekerja di Waskita Karya Nikahi Anak Dibawah Umur

Share This
Tags

KPK | Tulangbawang, Lampung – Masyarakat menggala kabupaten tulang bawang dibuat heboh lagi oleh kabar pernikahan anak di bawah umur. Bocah perempuan yang menikah merupakan siswa kelas V Sekaolah Dasar (SD) N2 Gunung sakti kelurahan Menggala selatan kecamatan menggala ,kabupaten tulang bawang.

Siswi tersebut panggil aja namanya AA yang sebelumnya duduk di bangku sekolah Kelas V SD, kelahiran 2006 lalu umur 12 tahun.

Rumor tersebut kemudian dibenarkan oleh putri kepala sekolah SD N2 Gunung sakti kelurahan Menggala selatan kecamatan menggala,kabupaten tulang bawang.

“Benar AA sebelumnya memang siswa SD N2 Gunung sakti kelurahan Menggala selatan kecamatan menggala ,kabupaten tulang bawang yang duduk di bangku kelas V, namun saat ini sudah berhenti bersekolah,” terang Putri

Lebih lanjut Putri mengatakan, siswa tersebut tidak masuk sekolah lagi karena sudah menikah, hal ini berdasarkan pengakuan orang tua AA yang sudah di panggil beberapa waktu lalu, S (orang tua siswa) juga sempat ijin ke sekolah bawa, kembaran AA, A tidak bisa bersekolah untuk beberapa hari kedepan karna akan ke palembang guna menghadiri pernikahan saudarinya AA.

“Sebelumnya, orangtua bocah tersebut sudah dipanggil ke sekolah untuk dimintai konfirmasi terkait kabar yang beredar, dan, si orangtua tak membantah soal rencana pernikahan anaknya, bahkan si orang tua juga minta ijin kembaran AA, yakni A yang duduk di kelas V untuk tidak dapat masuk sekolah karena ke palembang menghadiri pernikahan AA,” jelas Putri kepala sekolah

Purtri amat menyayangkan keputusan orang tua AA yang mengijinkannya meningkah di usia di bawah umur namun dirinya tidak bisa berbuat banyak pasalnya penaggung jawab terhadap anak adalah orang tua.

“Sudah saya nasehati S ibu, orang tua AA agar mengurungkan niatnya namun pihak orang tua siswa tetap bersikeras akan menikahkan anaknya, mau apa lagi sudah kehendak mereka selaku orang tuanya,” beber Putri

Di tempat terpisah Latif Pria asal kampung Gunung batu Kecamatan cempaka kabupaten Ogan komering Ulu (OKU) Provinsi Sumartra selatan, Tepatnya di kota martapura
Di duga sebelum menjadi suami AA, saat berpacaran tampa di ketahui kedua orang tuanya, di duga telah menjalin hubungan layak nya suami istri,sehingga telah terjadi hal yang tidak di ingin kan keluwarga .

Sehingga keluwarga AA bersepakat untuk segera mengambil keputusan yang terbaik untuk segera menikahkan anaknya.

Suami AA saat di temui di kediaman mertuanya Herma kampung Talang Tembesi kelurahan ujung gunung, mengaku persolan pernikahnya dengan AA sudah sesui prosedur termasuk terkait atministrasi.

“Saya sudah nikah resmi dengan AA artinya sudah sah mas, kemudian terkait di bawah umur saya paham memeng benar AA umurnya 12 tahun akan tetapi orang tuanya sudah setuju,”terang Latif pria yang bekerja di becing Plean Supkon pembanguan jalan tol JTTS Waskita karya.

Menurut Latif pernikahnya di latar belakangi keingian bersama, suka sama suka, dimana memang ke sehariannya Latif memeng tinggal menumpang dengan H orang tua AA.

“Bermula satu tempat tinggal ya saya pacarin, si AA kemudia orang tuanya menyetujui walau pun usia saya terpaut jauh dan melangsungkan pernikahan di kampung saya, di martapura,” ujar Latif pria 35 tahun tersebut

Dikatan S, semua sudah terjadi, sekarang anak saya sudah hamil dua bulan, tidak mungkin di batalkan karena mereka berdua sudah menikah, dirinya pun bingung bila mana pernikahan anaknya harus di salahkan karena masih di bawah umur.

“Ya gimana lagi mas sudah di nikahkan , walau pun umurnya baru 12 tahun tapi sudah sama sama suka, tidak mungkin di batalkan hanya karena aturan negara, saya orang kecil makan saja susah yang terpinting secara agama sudah sah dan resmi menikah,” cetus S. (TIM)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi