Published On: Wed, Sep 12th, 2018

Masarakat Meminta BPK dan Inspektorat Turun Audit Dana Desa Karang Rejo

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Para kepala desa diingatkan agar mampu mengelola Dana Desa (DD) secara transparan dan akuntabel. Sebab, dana desa harus sampai ke rakyat dan dirasakan manfaatnya.

Penyaluran dana desa dilakukan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) kepada Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), untuk selanjutnya dipindahbukukan dari RKUD ke Rekening Kas Desa (RKD). Dilakukan secara bertahap, penyaluran Dana Desa tahap I, 2 dan 3.

jadi pada dasarnya masyarakat di minta berperan aktif juga dalam pengawasan dana desa baik secara perorangan maupun dalam bentuk Forum Resmi seperti Ormas Maupun LSM dan Media.

alangkah baiknya dalam pelaksanaannya baik dari segi perencanaannya dan sampai tahap pelaksanaannya dan juga evaluasinya melibatkan peran serta masyarakat melalui forum-forum resmi bukan malah memusuhi dan menganggap sebagai pengganggu.

Kerjasama akan lebih baik untuk mencapai suatu hasil yang maksimal dan yang di untungkan pastilah warga desa yang memperoleh manfaat dari dana desa tersebut.

Kalaupun ada kekurangan dan masalah dalam pelaksanaannya bisa sambil di evaluasi dan cari solusi pemecahan dari masalah tersebut.

buakan nya menghindar dari Ormas, Lsm atau Media apa lagi bagian pemeriksa internal pemerintah.

diduga kurang nya transparan dalam pengolaan dana desa di desa Karang Rejo, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampung). “dalam pembagunan drainase sepajang 1500 meter, disinyalir banyak nya aroma korupsi.”

menurut penyelusuran media ini, dilokasi pekerjaan banyak nya dugaan kejangalan yang ditemukan, dari kedalaman pekerjaan tidak sesuai, tidak memakai pondasi hampar air ketebalan 10 cm, dinding drainase kiri dan kana hanya memakai batu sebelah ketebalan 10 cm, kelebaran drainase tidak maksimal, banyak nya pembagunan derainase dan gorong-gorong yang sudah lama milik warga menyebabkan dugaan kami mengurangi volume.

bagai mana bisa transparan jika pekerjan tidak memakai pelang peroyek, sehinga banyak warga bertanya-tanya.

jubaidi selaku kepaladesa saat dikomfirmasi via Hf, pembagunan dana desa tahun 2018 siring pasang sepanjang 1500 meter, tahap pekerjaan sudah 80 persen, sumur bor lll yunit sudah dikerjakan pak. “rehab balai desa ganti kab sudah semua itu, siring pasang yang belum selesai.” ujar nya.

pelang peroyek nya sudah dipasang cuma dicopot orang itu pak, tambah nya’
untuk siring pasang depan rumah warga ya dikurangi tidak dihitung, untuk pemasangan siring pasang kita lihat kondisi nya pak, untuk yang bawah lebar kami pakek 30 CM, untuk topi 20 CM, untuk kedalaman 50 CM, ketebalan sisi kiri 10 CM, ketebalan sisi kanan 10 CM, yang jelas saya lupa pak gambar nya, jelas jubaidi.

masarakat meminta, “kepada pihak pemeriksa internal pemerintah Inspektorat, BPKP dan BPK agar segera turun kedesa karang rejo, kecamatan sungaki selatan, mengaudit pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa (DD) yang diduga banyak peraktek korupsi, kolusi dan nepotisme.” (RAMA)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi