Published On: Sun, Sep 2nd, 2018

Bangunan PAUD dari Dana Desa Diduga Sarat Penyimpangan dan Ada Pungli

Share This
Tags

KPK | Tulangbawang, Lampung – Masyarakat Kampung Bawang Sakti, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulangbawang mengeluhkan terkait sistem pelayanan yang di berikan oleh Aparat Kampung kepada masyarakat setempat yang hendak ingin meminta surat penghantar maupun surat keterangan lainnya.

Seperti yg di keluhkan oleh salah satu warga setempat yang saat ini masih di rahasiakan identitasnya. Mengeluhkan adanya pungutan dana yang di tetapkan oleh pihak Kampung lantaran dirinya pada saat itu meminta Surat Keterangan Usaha untuk dipergunakan di salah satu bank, namun dipintai dana dengan jumlah yang sudah di tetapkan oleh pihak Kampung.

“Pada saat itu saya mau buat surat keterangan izin usaha (SKU) dari Kampung untuk di pergunakan di salah satu Bank sebagai salah satu syarat untuk mengambil pinjaman, dan saya di arahkan menemui Senen selaku Rt. lalu saya di pintai biaya pembuatan surat itu Rp25 ribu namun, setelah surat tersebut di antar oleh Udin selaku operator kerumah lurah sunardi untuk di tandatangani, saya di pintai lagi uang Rp25 ribu dengan alasan memang sudah di tetapkan biayanya Rp50 ribu,” keluh warga saat di temui media baru-baru ini.

Lebih jauh ia menjelaskan, prihal dugaan pungutan liar yang di lakukan oleh oknum Rt dan Operator kepadanya di duga merupakan perintah dari atasan mereka yaitu Kepala Kampung setempat. “logikanya enggak mungkin bawahan berani ngambil tindakan tanpa ada perintah dari atasan,” tegasnya.

“Bahkan kejadian serupa memang sudah sering terjadi pak, siapa saja warga yang mau minta surat keterangan atau semacamnya memang di pintai dana. Buktinya saja saya, karena persyaratan yang pertama saya ajukan ke Bank dan di tolak akhirnya saya berpindah ke Bank lain lalu meminta surat keterangan lagi dari kampung, disitu saya juga di kenakan biaya lagi Rp50 ribu, saya siap di hadirkan kemana saja terkait keluhan saya ini”, paparnya.

Tak hanya itu, selain mengenai sistem pelayanan ia juga menyayangkan atas pembangunan gedung paud yang menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) yang di anggap tidak sesuai dengan keinginan dan harapan warga. Pasalnya, bangunan tersebut menurut nya kurang layak karena bukan menggunakan Bata merah akan tetapi menggunakan batako dan beberapa konstruksi bangunan yang di anggap warga tidak layak, seperti material besi yang di gunakan ukuran dan jumlah besi coran yang di duga ukuran terlalu kecil dan jumlah yang di bawah standar.

“Setau saya selaku masyarakat Bawang Sakti dari dahulu hingga sekarang belum pernah di kampung ini pembangunan yang bersumber dari pemerintah menggunakan material Batako baru kali ini terjadi, terus terang saya agak keberatan. logika nya tentu harga pasaran dan kualitas berbeda antara bata dan batako, dan mengenai besi yang di gunakan untuk tiyang coran juga terlalu kecil dan berjumlah hanya tiga dalam satu tiyang, di khawatirkan bangunan tersebut tidak kuat (kokoh) karena akan di pergunakan dalam jangka waktu yang lama,” paparnya.

Sementara Udin selaku operator di Kampung Bawang Sakti saat di pintai keterangan melalui sambung telepon terkait dugaan pungutan liar yang di lakukan kepada warga. Udin berkilah dengan alasan keputusan itu sudah di sepakati melalui musyawarah Kampung

“Itu bukan Pak Lurah nardi yang minta duit, itukan untuk administrasi dari Kampung untuk pembelian ATK kantor dan sudah melalui muswarah kampung, mengenai bangunan silahkan saja bapak pertanyakan kepada Pak Sunardi nya karena saya enggak tau apa-apa,” kilah udin saat di konfirmasi via telepon (08/08/2018).

Terpisah Sunardi, Kepala kampung setempat pada saat di konfirmasi terkait keluhan warga, tentang pungutan dana pada warga yang hendak meminta surat pengantar dan bangunan Paud. Sunardi enggan memberikan keterangan yang jelas kepada wartawan.

“Pokok nya kalau ada yang bilang saya minta duit sekarang bawa orangnya ketemu saya, mengenai bangunan ini kalau memang salah saya siap membongkar dan kerja ulang dari awal lagi,”

Imbuh,warga terkait dengan bangunan gedung PAUD ,kusen pintu dan kusen jendela mengguna kan kayu akasia/ albasia. (TIM)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi