Published On: Thu, Aug 30th, 2018

LBH Antara 56 Berharap Pengganti Sandi Punya Jiwa Keberpihakan ke Warga

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | Dalam waktu dekat, warga DKI Jakarta akan segera memiliki wakil gubernur baru menggantikan Sandiaga Uno yang mengundurkan diri karena mengikuti kontestasi Pemilu Presiden 2019. Agar 23 Janji Kerja Anies-Sandi berjalan baik dan dapat direalisasikan sehingga warga Jakarta merasakan manfaatnya, sosok pengganti Sandiaga harus orang yang mempunya jiwa keberpihakan yang kuat terhadap warga Jakarta yang selama ini terpinggirkan dan diperlakukan tidak adil.

Diungkapkan Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan HUkum Anarki Nusantara 56 Rosidi Roslan, jika mau dirangkum, 23 Janji Kerja Anies-Sandi adalah pembelaan kepada warga Jakarta yang lemah dan dilemahkan dan memperkuat warga yang selama ini terpinggirkan. Selain itu, pesan kuat dari kepemimpinan Anies-Sandi adalah menjadikan warga Jakarta terutama warga yang sebelumnya dianggap sebagai masalah pembangunan menjadi subyek utama atau bagian integral dari pembangunan kota Jakarta.

Itulah kenapa, sambung Rosidi, membangun kembali kampung-kampung kota yang digusur dan memperkuat warganya menjadi janji kerja utama yang langsung direalisasikan oleh Anies-Sandi selama 100 hari memimpin Jakarta.

“Calon pengganti Bang Sandi harus punya jiwa keberpihakan yang kuat kepada mereka yang lemah dan dilemahkan. Karena keberpihakan inilah yang menjadi nafas janji kerja yang hendak diwujudkan Anies-Sandi saat kampanye,” tutur Rosidi yang juga Wakil Ketua Ikatan Alumni Universitas Bung Karno.

Lebih lanjut Rosidi mengatakan, memang tidak mungkin 100 persen kualitas dan kapasitasnya sama dengan Sandi, oleh karena itu sekali lagi, calon pengganti Sandi harus berkomitmen kuat bersama gubernur merealisasikan 23 janji kerja.

Selain itu, sambung Rosidi, sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru juga diharapkan paham soal pembangunan ekonomi dan infrastruktur fisik seperti yang selama ini menjadi spesialisasi dan kapasitas Sandiaga sebagai Wakil Gubernur.

Memang, terang Rosidi, antara Anies dan Sandi tidak ada pembagian tugas yang khusus, namun dapat diamati bahwa selama jadi Wakil Gubernur, Sandiaga lebih fokus mengurusi pembangunan ekonomi dan infrastruktur, sementara Gubernur Anies fokus pada pembangunan institusi dan human capital.

“Agar ritme menjalankan roda pemerintahan di Jakarta semakin dinamis, sosok wagub yang baru idealnya punya kemampuan terutama dalam soal pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Selain itu yang tidak kalah penting, mampu mengembangkan program OK OCE semakin membesar dan memberi dampak,” ungkap Rosidi.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi