Published On: Sun, Aug 12th, 2018

Warga Ketapang Keluhkan Besarnya Biaya Pembuatan Sertipikat

Share This
Tags

Tanggamus, KPK | Warga Pekon Ketapang Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan besarnya biaya pembuatan sertipikat gratis atau program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang dikenal Prona.

Pembuatan Sertifikat Prona tahun 2017 lalu dikeluhkan warga setempat dikarnakan biaya pembuatan sertipikat tersebut di wajibkan membayar adminitrasi sebesar Rp500 ribu sampai dengan Rp700 ribu per sertifikat.

Menurut informasi warga setempat, program pembuatan sertipikat prona tahun 2017 lalu dengan kuota 800 sertipikat prona, ada biayanya, untuk perkarangan Rp500 ribu dan untuk perkebunan Rp700 ribu.

“Saya tidak mampu kalau harus membayar biaya pembuatan sertipikat prona sebesar itu, apalagi sampai sebesar itu, karena setahu saya pembuatan sertipikat prona itu tidak ada biaya, kalaupun ada biaya tidak akan sebesar itu, yang saya ketahui itu hanya dikenakan biaya Rp200 ribu” jelasnya nara sumber koran ini yang tidak mau namanya dikorankan.

Selain itu ia juga menyayangkan dengan adanya paksaan oleh oknum pokmas agar saya harus mencari dana pinjaman untuk mengikuti program pembuatan sertipikat prona itu, ungkapnya.

Ditemui bendahara pokmas membenarkan adanya pungutan biaya sebesar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu.

“Ya memang benar untuk biaya pembuatan sertipikat prona itu bervariasi, untuk prona perkarangan rumah itu Rp500 ribu dan untuk perkebunan Rp700 ribu diakuinya belum lama ini.

Terpisah ketika dikonfirmasi, Kepala Pekon Ketapang, sirli, enggan memberikan keterangan, kalau mau menanyakan masalah biaya langsung saja ke pak Wily Babinsa saya.

“Kalau kuota pembuatan sertipikat prona itu semua ada 800, tetapi kalau mau menanyakan berapa biayanya langsung saja tanyakan ke pak Wily Babinsa saya, katanya. (Khoiri)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi