Published On: Wed, Aug 8th, 2018

September, Puncak Musim Kemarau Lampung Lebih Dingin

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | Meski musim kemarau, kondisi suhu dingin yang saat ini mulai dirasakan masyarakat belakangan ini sebenarnya merupakan hal biasa terjadi. Hal ini disebutkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung, Rudi Harianto, Selasa (7/8/18).

“Kalau diterjemahkan dalam bahasa umumnya karena tidak ada lapisan yang menghalangi panas siang hari untuk kembali lagi ke langit maka menyebabkan suhu dingin terjadi,” jelasnya.

Ibaratnya seperti selimut. Jika malam tidur dibalut selimut maka tubuh akan terasa hangat. Namun, pada saat ini musim kemarau karena tidak ada awan-awan yang menutupi akhirnya pada siang hari cahaya matahari langsung menuju bumi sehingga terasa panas sekali.

“Karena matahari sudah mulai terbenam, seiring dengan itu panas yang ada di bumi langsung dipantulkan kembali karena tidak ada penutup awannya sehingga ketika sampai sore, malam, puncaknya dini hari terasa dingin sekali,” terangnya.

“Mungkin kadang jam 8 atau 9 malam sudah mulai terasa dingin karena panas yang disimpan oleh bumi langsung kembali lagi ke langit. Yang jelas seiring dengan kondisi sinar matahari sudah tidak ada maka itulah dimulai proses pembuangan energi panas oleh bumi,” sambung Rudi.

Sehingga kisaran pukul 20.00 atau 21.00 wib sudah mulai terasa dingin apalagi nanti ketika puncaknya musim kemarau di bulan September yang mana curah hujan mulai sedikit akan membuat terasa lebih dingin lagi.

“Ya dingin itu tidak signifikan. Artinya, itu hal yang biasa bagi kondisi secara meteorologi untuk provinsi Lampung. Dan kalau posisinya ada diperbukitan biasanya lebih dulu dinginnya,” tuturnya.

BMKG memantau bahwa untuk suhu panas saat ini di siang hari mencapai 33 derajat celcius dan suhu dingin mencapai 18 derajat dengan kecepatan angin antara 5-29 km/jam.

“Ya kalau melihat kondisi terebut termasuk kategori normal di musim kemarau. Kondisi seperti ini kita pantau sampai September-Oktober awal. Karena di bulan-bulan Oktober mulai dari pertengahan sebagian provinsi Lampung sudah mulai ada hujan,” tutupnya.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi