Published On: Sun, Aug 5th, 2018

Diduga Program BSPS RT 11 Desa Pasir Panjang Salah Alamat

Share This
Tags

Dari hasil pantauan team kami dari media KPK, ada menemukan suatu kejanggalan tentang program BSPS (Bantuan Setimulasi Perumahan Swadaya) yang berada di rt.11 desa pasir panjang kecamatan Arut Selatan, kabupaten Kotawaringin Barat.

Dari hasil konfirmasi team kami dilapangan dengan salah seorang warga yang mendapatkan bantuan program ini berinisial GD menyatakan bahwa, saya mendapatkan bantuan ini dikarenakan saya mampu meneruskannya, karena program ini merupakan program swadaya yang pelaksanaan serta bantuannya tidak sama dengan bantuan bedah rumah yang direhap total.

“Program ini sifatnya hanya rehap saja, sehingga bagi yang mampu melanjutkan saja yang bisa mendapatkannya,” terang GD.

Ditempat terpisah ada juga keterangan dari salah seorang warga yang juga mendapatkan bantuan ini menyatakan bahwa, harga materialnya tidak sesuai dengan harga dipasaran.

“Sehingga ada dugaan mark up dari pihak terkait,” ungkap warga yang berinisial MG.

Selain itu, dari pantauan team kami dari media KPK, bahwa program ini dianggap salah alamat atau tidak tepat sasaran, hal ini dibuktikan dengan adanya temuan kami dilapangan, yang sebenarnya mendapatkan program ini adalah warga yang benar-benar tidak mampu tetapi malah sebaliknya, yang mendapatkan program ini justru warga yang mampu bahkan memiliki rumah lebih dari satu rumah.

Dalam hal pendataan,itu adalah dari ketua rt 11 sekaligus sebagai ketua kelompok program BSPS tersebut. Dan saat kami mencoba ingin melakukan klarifikasi ke ketua rt 11 sekaligus sebagai ketua kelompok yang berinisial JP.

M selalu tidak ada ditempat, dan bahkan team kami dari media KPK juga sempat ingin melakukan klarifikasi ke dinas terkait, tetapi bagian bidang kepengawasannya sedang berada diluar kota. Dari kronologis yang ada diduga bahwa ketua rt 11 sekaligus sebagai ketua program tersebut tidak tepat sasaran dalam memilih warganya untuk mendapatkan program BSPS ini, atau bahkan tidak mendata warganya tidak benar-benar teliti dalam memilih.

Dan sebagian warga di rt 11 ini merasa kecewa dengan ketua rt 11 sekaligus sebagai ketua kelompok yang menunjuk warga untuk mendapatkan bantuan ini tidak tepat sasaran, sehingga meminta kepada dinas terkait untuk meninjau ulang ke lapangan agar bisa memastikan bantuan tersebut tepat sasaran atau tidak, dan menindak tegas oknum yang tidak bertanggung jawab dalam permasalahan ini. (Team: Laila R, Ronny L, Sardimun)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi