Published On: Tue, Jul 31st, 2018

UAS Minta Didoakan Agar Istiqomah Menjadi Ustadz

KoranPemberitaanKorupsi.com | Ulama kondang nan sederhana asal Riau, Ustadz Abdul Somad mengisyaratkan tak akan mengambil tawaran yang direkomendasikan Forum Ijtima Ulama untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) di pilpres 2019 mendatang.

Ustadz Abdul Somad meminta cukup didoakan agar tetap konsisten menjadi guru di bidang agama dan dakwah saja sampai akhir hayatnya ketimbang menjadi cawapres atau terjun ke dunia politik.

“Doakan Ustaz Somad istiqamah jadi ustadz sampai mati. Ini ada dunia pendidikan dan dakwah, biarkan Ustadz Somad fokus pendidikan dan dakwah saja,” tuturnya saat mengisi acara di Semarang, Senin (30/7/18).

Ustadz mengatakan jika jawaban itu juga sekaligus untuk menanggapi berbagai pertanyaan dari pewarta soal kesiapannya menjadi cawapres tahun depan.

Meski demikian, Ustadz Abdul Somad menegaskan tetap menghormati apa yang sudah menjadi hasil forum ijtima ulama itu.

“Para ulama ijtima, santri-santri, memberikan rekomendasi, kita hormati, kita muliakan, dan kita doakan,” jelasnya.

Seraya bercanda, Ustadz Abdul Somad pun berujar jika sambutannya saat ia tiba di Kota Semarang seperti sambutan menyambut seorang wakil presiden. Pasalnya ia disambut oleh kepolisian dan TNI seperti layaknya pejabat penting.

“Kota Semarang ini luar biasa, yang menyambut TNI dan Polri, disambut seperti calon wakil presiden saja,” imbuhnya.

Namun, Abdul Somad langsung menegaskan tidak maksud untuk menjadi cawapres. Ia justru mengajak generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, yang hadir untuk menggapai cita-citanya yang disebutkannya berpeluang untuk mengisi enam paket jabatan negara.

“Ada anggota legislatif kabupaten, kota, provinsi, pusat, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), presiden, dan wakil presiden. Ada peluang enam paket yang bisa kalian isi,” sebutnya.

Kalau merasa mampu, sambung dia, tidak ada salahnya untuk mencoba peluang tersebut, tetapi jika masih merasa belum mampu, generasi muda masih mempunyai hak pilih yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Kalau mampu, calonkan diri kalian. Kalau tidak mampu, kalian masih punya suara untuk memilih. Nanti, ketika mencoblos kertas pada 2019 (pemilu dan pilprel), ingat kalian sedang memilih pemimpin,” terangnya.

Seperti diketahui, Forum Ijtima Ulama yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ulama merekomendasikan Abdul Somad sebagai cawapres mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Ijtima Ulama juga memberi pilihan nama lain untuk jadi cawapres yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri.

Somad sebelumya juga menyatakan lebih mendukung Salim Segaf sebagai cawapres Prabowo dan menyebutnya sebagai duet maut tentara-ulama.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi