Published On: Sun, Jul 29th, 2018

Guru Honorer Menuntut Keadilan

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | Ketika ditemui dirumah ditempat Tinggalnya salah seorang Guru Honorer di kabupaten pasangkayu Nurul Aedi, dia banyak mencurahkan keluhannya tentang rasa kurang Adil yang mereka alami sebagai Guru honorer. Sebagai informasi, dia telah mengabdi selama tujuh tahun lamanya.

Dia juga menjelaskan bahwa pada umumnya para guru honorer digaji perjam dengan sumber pendapatan dana BOS sekolah masing-masing, status menyerupai buruh harian karena digaji pada saat guru honorer masuk mengajar dikelas. Sementara UMK telah ditetapkan tapi tidak kunjung direalisasikan pada para guru honorer paparnya.

Dilain tempat yang berbeda ketika salah seorang nara sumber, Muh Aras, dikonfirmasi terkait terkait keluhan para guru honorer. Dia menjelaskan bahwa di wilayah sulawesi barat sudah ada beberapa kabupaten yang menerapkan UMK untuk gaji para guru honorer. Hal itulah yang membuat mereka mohon kejelasan dari OPD yang terkait.

Pada saat yang sama seorang nara sumber, Harianti, diwawancarai dia juga mengatakan bahwa salah satu alasan penyebab sehingga mereka belum diupah yang sesuai dengan UMK adalah bahwa data honorer di daerah ini secara keseluruhan belum valid 100 persen. Karena setiap tahunnya masih ada honorer baru yang menyelinap secara tiba tiba muncul dalam daftar k2 maupun non k2.

Keluhan para guru honorer bukan berarti semangat pengabdian mereka pada Bangsa, Negara dan Daerah ini mulai surut dalam semangat juang untuk mencerdaskan Generasi anak bangsa. Tergambar pada wajah mereka semangat juang tanpa pamrih dengan Terinspirasi semangat juang para pendahulu Pejuang kemerdekaan Bangsa ini.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi