Published On: Wed, Apr 25th, 2018

Hari Bumi, LBH Antara 56 Ajak Elite Politik Berjuang Jaga Bumi

Koran Pemberitaan Korupsi | Di seluruh dunia, 22 April selalu diperingati sebagai Hari Bumi. Dalam peringatan Hari Bumi, manusia harusnya terus menjaga dan melestarikan bumi.

Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan mengatakan lingkungan sangat penting untuk selalu dijaga. Dia berharap Hari Bumi mampu meningkatkan kesadaran menjaga bumi. Terlebih lagi kondisi bumi kian hari kian mengkhawatirkan.

Hari Bumi dinilai merupakan satu momentum. Dimana kepedulian akan lingkungan sudah menjadi salah satu fokus LBH Antara 56. Sehingga, saat Hari Bumi bisa dijadikan gerakan untuk terus meningkatkan kepedulian pada lingkungan.

Pada Hari Bumi 2018 ini, LBH Antara 56 mengajak seluruh komponen masyarakat untuk lebih peduli dengan bumi. Dikatakannya, kepedulian terhadap masa depan bumi bisa dimulai dari kebiasaan menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Rosidi Roslan

“Perlindungan lingkungan hidup dan penggunaan sumber daya alam yang arif dan lestari harus terus diingatkan agar masyarakat sadar akan pentingnya keberlangsungan bumi,” ujar Rosidi yang juga pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) bidang kesehatan dan lingkungan.

Ditemui di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (22/4/18), Rosidi mengatakan bahwa sudah saatnya setiap masyarakat membatasi penggunaan air tanah. Terlebih dengan makin maraknya pembangunan, resapan air berkurang karena diganti dengan coran semen.

Secara tegas Rosidi juga meminta kepada elite politik untuk berjuang menjaga bumi demi kepentingan masyarakat. Dia menilai, politik beberapa kali telah menjadi penghalang utama kebijakan negara yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Ambil contoh energi terbarukan. Dulu, harga yang mahal adalah alasan mengapa energi terbarukan tidak bisa bersaing dengan energi fosil seperti batu bara.

Sekarang, dengan harga energi terbarukan lebih murah daripada energi fosil, tidak ada penjelasan lain kecuali kuatnya vested interests dalam sektor energi ini. Politik harus menjadi penyeimbang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Politik juga telah menjadi penghalang proses perubahan fungsi lahan hutan menjadi fungsi-fungsi bukan hutan.

Maraknya penangkapan kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini memperlihatkan banyaknya kasus pemberian izin penggunaan lahan yang tidak dilakukan melalui tata kelola yang baik.

“Sebagai lembaga yang menentang segala bentuk korupsi, LBH Antara 56 akan mendorong tata kelola lahan dan sumberdaya alam yang sejalan dengan kelestarian, sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi dengan lebih berkelanjutan,” jelas Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Karno tersebut.

“Saya berharap pada peringatan Hari Bumi tahun ini masyarakat lebih peduli pada lingkungan sekitar,” tutup Rosidi sambil mengucapkan Selamat Hari Bumi kepada seluruh warga di dunia.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi