Published On: Sat, Mar 24th, 2018

Rosidi Acungkan Jempol RS Terapkan Sistem Online

Kini, tidak kurang dari 370 rumah sakit di Indonesia sudah menerapkan pendaftaran online baik berbasis website maupun melalui aplikasi. Sebagian besar rumah sakit membangun sistem ini khususnya bagi pelayanan rawat jalan serta mengetahui ketersediaan kamar. Hal tersebut bertujuan sebagai upaya meningkatkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan sesuai dengan amanat dari Presiden Joko Widodo terkait dengan implementasi Program JKN-KIS. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana cara mempertahankan dan meningkatkan pelayanan tersebut,” ujar Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 Rosidi Roslan saat ditemui di sela-sela kesibukannya.

Menurut Rosidi yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, berbagai terobosan dan inovasi dalam hal layanan kesehatan yang sebelumnya belum pernah ada kini berkembang pesat. Hal ini merupakan langkah tepat yang dilakukan dengan mengikuti perkembangan zaman dan lonjakan pengguna layanan rumah sakit.

Seperti diketahui, beragam kalangan masyarakat Indonesia saat ini menggunakan internet dalam genggaman. Sehingga, pendaftaran dan berbagai informasi yang disediakan berbasis website dan aplikasi dirasa sangat membantu para pengguna jasa layanan kesehatan.

Rosidi, yang kini sedang menempuh program pasca sarjana S2 di Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, berharap agar layanan ini terus dikembangkan dengan mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan penggunanya.

Sistem pendaftaran dan antrian ini sebagian besar memuat informasi dan fasilitas untuk pendaftaran rawat jalan, mengecek ketersediaan kamar, jadwal dokter, alamat dan lain-lain. Peserta JKN-KIS khususnya diharapkan tidak perlu repot mengantri langsung dan menunggu di rumah sakit karena jadwal pelayanan sudah ditetapkan melalui sistem ini.

BPJS Kesehatan juga mencatat, misalnya di Provinsi Jawa Timur sebanyak 137 Rumah Sakit telah meninggalkan pendaftaran peserta secara manual, dan sudah menerapkan melalui sistem antrian yang terkomputerisasi, melalui website, juga aplikasi yang dapat diunduh melalui mobile phone. Di daerah lainnya seperti di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi juga sudah mulai membangun dan menerapkan sistem antrian online. Lalu di Provinsi DI Yogyakarta sebagian besar rumah sakitnya juga sudah terintegrasi dengan aplikasi Aplicare milik BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan juga sejak tahun lalu telah mengembangkan aplikasi pencarian faskes bernama aplicare. Aplikasi berbasis website ini berfungsi mencari lokasi dan informasi tentang faskes yang anda inginkan. Serta memandu anda menuju lokasi yang dipilih. Paling penting, aplicare bisa digunakan untuk seluruh peserta JKN-KIS melalui website resmi BPJS Kesehatan www.bpjs-kesehatan.go.id.

Terakhir, Rosidi berpesan agar bagi pengguna BPJS berbayar untuk selalu tepat waktu membayar iuran BPJS-nya. “Tapi jangan lupa untuk membayar iuran BPJS-nya tepat waktu,” tutup Rosidi

About the Author

Media Nasional Koran Pemberitaan Korupsi