Published On: Wed, Feb 14th, 2018

Oknum KPU Lampura Arogan Dengan Insan Pers

Kotabumi, KPK – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Utara, Provinsi lampung, Marthon SE. berdalih bahwa pihaknya melarang  wartawan setempat meliput kegiatan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan wakil bupati kabupaten Lampura, yang berlangsung di GSG Islamic Center Kotabumi. Selasa(13/2/2018).
.
Dalil ketua KPU marthon, pihaknya tidak pernah melarang awak media meliput kegiatan tersebut, namun fakta dilapangan wartawan yang sudah ada didalam ruanganpun diusir disuruh keluar ruangan.
.
“Saya tidak pernah melarang  teman-teman wartawan meliput, tapi saya tidak tau kalau ada anak buah saya yang melarang itu, nanti akan saya selidiki siapa anak buah saya yang melarang itu. “ujarnya saat dikonfirmasi awak media sesuai pengundian nomor urut.
.
Jelas berbeda dengan faktanya dilapangan, Avan Wartawan dari Media Warta9.com, Dan Feby Wartawan dari Media Teras Lampung.com, yang sudah ada didalam ruangan diusir dari gedung serba guna (GSG)  Islamic Center Kotabumi, Saat sedang meliput kegiatan Rapat Pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lampura yang akan mengikuti pilkada 2018.
.
 Saat itu beberapa wartawan berada di dalam ruangan,  lalu dihampiri pegawai kpu yang diketahui bernama meri,  mempersilahkan para awak media untuk keluar ruangan tanpa alasan yang jelas. Mendapat perlakuan itu, para awak media menjelaskan jika mereka masuk kedalam ruangan untuk melakukan peliputan, sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
.
“Saya sudah menjelaskan kalau kami meliput didalam sudah berkoordinasi dengan polisi,  tapi dia (meri) tetap ngotot nyuruh kami keluar ruangan,”kata avan Karena tak ingin suasana gaduh, wartawan pun terpaksa keluar ruangan.
.
 “Sudah jelas kalau kegiatan itu rapat pleno terbuka,  kenapa kami wartawan diusir dan nggak boleh masuk.  Ada apa??, “ujarnya Pada kesempatan yang sama diluar gedung puluhan Wartawan dilarang masuk untuk meliput kegiatan Rapat Pleno Terbuka tersebut. (rama)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi